LISTRIK DINAMIS:
Aliran Elektron
A. Konsep Dasar Arus Listrik
Dalam pembahasan listrik statik
dipelajari tentang partikel yang bermuatan listrik di dalam atom, yaitu
elektron dan proton. Elektron adalah pembawa muatan listrik negatif yang dapat
digunakan untuk menjelaskan terjadinya arus listrik dan proton pembawa muatan
positif.
Listrik
dinamis adalah ilmu yang mempelajari tentang listrik yang mengalir. Pada
listrik statik, muatan listrik yang telah dipelajari itu pada umumnya tidak
mengalir sama sekali atau kalau ada juga aliran, maka aliran tersebut
berlangsung sangat singkat dan sangat kecil sehingga tak dapat ditunjukkan dengan
alat pengukur arus.
Seperti
yang telah kita ketahui bahwa elektron-elektron itu adalah pambawa muatan
negatif. Di dalam suatu penghantar elektron-elektron dapat berpindah dengan
mudah, sedangkan di dalam suatu isolator elektron-elektron tersebut sukar berpindah.
Telah
diketahui bahwa bila dua buah benda yang memiliki potensial listrik berbeda
berinteraksi, potensial listrik dari dua buah benda tersebut dapat dibandingkan
mana yang memiliki potensial tinggi dan mana yang memiliki potensial rendah.


+
+ +
+
+ + +
A B
Benda A mempunyai
potensial listrik lebih tinggi dari pada B


-
- -
-
- - -
A B
Benda A mempunyai
potensial listrik lebih rendah dari pada B


+ -
+ -
A B
Benda A mempunyai
potensial listrik lebih tinggi dari pada B.
Arah elektron dari potensial rendah
ke potensial tinggi, karena benda yang berpotensial rendah berarti mengandung
lebih banyak elektron dibanding benda yang berpotensial tinggi.
Di dalam sebuah penghantar bila
terdapat beda potensial, maka terjadilah aliran elektron yang arahnya dari
potensial rendah ke potensial tinggi. Bila muatan positif dianggap dapat
bergerak, maka muatan positif akan bergerak dari potensial tinggi ke potensial
rendah. Aliran muatan positif itulah yang dinamakan arus listrik. Sehingga
dapat dikatakan bahwa arah arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke
potensial rendah atau arah arus listrik berlawanan dengan arah aliran elektron.
Arah
aliran listrik dua buah benda yang bermuatan listrik dapat dilihat seperti
gambar berikut :
![]() |

+ + + + Gambar 16.
+ A
+ + B + Benda
A mempunyai potensial lebih tinggi dari
+ +
+ + benda
B, sehingga arah arus listrik mengalir dari
A ke B
- - - -
-
A - - B -
- - - -
Dua
buah benda bermuatan masing-masing A dan B dihubungkan dengan sebuah
penghantar. Bila benda A lebih tinggi dari pada potensialnya dari pada benda B,
maka elektron akan mengalir dari B ke A. Aliran ini terjadi dalam waktu yang sangat
singkat. Setelah potensial A sama dengan potensial B maka elektron berhenti
mengalir, karena telah tercapai keseimbangan potensial.
Supaya elektron tetap mengalir dari
A ke B, maka elektron yang telah sampai di B harus dipindahkan kembali ke A.
Dengan demikian maka potensial A selalu lebih tinggi daripada B. Jadi dapat
disimpulkan bahwa supaya elektron dapat mengalir dalam kawat penghantar, maka
antara kedua ujung kawat tersebut harus ada beda potensial. Supaya aliran
elektron ini dapat berlangsung dalam waktu lama beda potensial kedua ujung
penghantar tidak sama dengan nol.
Supaya arus listrik tetap mengalir
dari A ke B, maka muatan positif yang telah sampai di B harus dipindahkan
kembali ke A. Dengan demikian maka potensial A selalu lebih tinggi daripada B.
Jadi dapat disimpulkan bahwa supaya arus listrik dapat mengalir dalam kawat
penghantar, maka antara kedua ujung kawat tersebut harus ada beda potensial.
Kuat arus listrik menunjukkan banyaknya muatan
listrik yang mengalir tiap detik dengan menggunakan satuan ampere. Arah arus
listrik sama dengan arah gerak muatan positip (proton). Jadi, dengan demikian
besar kuat arus listrik adalah
dengan I besar kuat arus listrik yang mengalir; q
besar muatan; dan t waktu.
dengan I besar kuat arus listrik yang mengalir; q
besar muatan; dan t waktu.
Contoh Soal-1
Dalam 10 detik, muatan
sebesar 10 C mengalir. Berapa ampere kuat arus listrik!
Contoh Soal –2
Dalam seutas kawat mengalir 12 x 1017 elektron
tiap menitnya. Berapa amperekah kuat arus yang mengalir pada kawat tersebut?
(muatan 1 elektron=1,6 x 10-19 C).
Contoh Soal-3
Ketika sebuah sisir digosokkan pada rambut, timbul
kelebuhan muatan negatip pada sisir sebesar 2 mC (mikro
colulomb). Jika sisir ini dipegang erat selama 5 detik, maka sisir menjadi
netral lagi. Berapa ampere besarnya arus rata-rata yang mengalir saat sisir
dipegang?
Ketika arus melewati percabangan, maka jumlah arus yang
masuk ke titik cabang tersebut sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik
cabang itu.
å I masuk
= å
I keluar
i1
+ i2 + i3 = i4 + i5
|
Ada lima buah
percabangan berarus listrik, percabangan berarus listrik masuk yaitu I1
= 10 ampere, I2 = 5 ampere sedangkan percabangan berarus listrik
keluar yaitu I3 = 5 ampere, I4 = 7 ampere Tentukan
besar dan arahnya I5 !
|
Mengukur Arus Dan Tegangan
Alat untuk mengukur kuat
arus listrik dinamakan amperemeter (ammeter).
Pada suatu rangkaian amperemeter harus dipasang
secara seri
Cara pembacaan amperemeter.
|
Sebuah Amperemeter digunakan untuk mengukur
besarnya arus listrik pada suatu rangkaian. Hasil ukurnya seperti terlihat pada gambar. Besarnya kuat
arus yang terukur adalah….
Jawab :
Sedang alat untuk mengukur
beda potensial listrik dinamakan voltmeter. Voltmeter harus dipasang secara paralel (sejajar) dengan
komponen yang akan diukur beda potensialnya.
|
Cara pembacaan voltmeter.
Sebuah
Voltmeter digunakan untuk mengukur besarnya beda potensial listrik pada suatu
rangkaian. Hasil ukurnya seperti terlihat pada gambar. Besarnya beda
potensial yang terukur adalah….
Jawab :
B.
Sumber Arus dan Tegangan Listrik
A. Konsep Gaya Gerak Listrik (GGL)
Sumber Arus Listrik
Sebagai sumber arus listrik, baterai
dan akumulator tersebut memiliki gaya gerak listrik (GGL). Gaya gerak listrik
adalah beda potensial antara kedua ujung atau kutub sumber arus listrik. Beda
potensial yang menyebabkan electron mengalir.
Sumber GGL yang umum ada 2 macam, yaitu:
1.
Sumber arus searah (DC = Dirrect
Current), misal batu baterai, aki, elemen volta, dan dynamo arus searah.
2.
Sumber arus bolak – balik (AC =
Alternating Current), misal generator dan dynamo arus bolak – balik.
B. Susunan Dan Cara Kerja Elemen
Listrik Primer Dan Skunder
1.
Elemen Volta
Elemen Volta, ditemukan oleh
Alessandro Volta (1745-1827) ilmuwan dari Italia. Elemen Volta yang paling
sederhana ini terdiri dari sebuah bejana kaca yang berisi asam sulfat encer.
Sebuah lempeng tembaga (Cu) dan sebuah lempeng seng (Zn) dicelupkan ke dalam
larutan tersebut. Bila lempeng tembaga dan lempeng seng tersebut dihubungkan dengan
kawat penghantar maka akan ada arus yang mengalir sepanjang penghantar
tersebut. Ini terbukti dengan menyalanya lampu yang dipasang pada penghantar
tersebut. Hal ini juga membuktikan bahwa antara tembaga dan seng terdapat beda
potensial.


Beda
potensial antara seng dan tembaga sebesar 1,5 volt. Namun beda potensial ini
tidak dapat bertahan dalam waktu lama karena pada seng mengalami pelepasan
ion-ion Zn 2+ yang bergabung dengan ion SO42-
dan menyebabkan plat seng menjadi korosif dan lama kelamaan habis. Selain itu
terjadi peristiwa polarisasi pada tembaga, yaitu tertutupnya permukaan tembaga
yang tercelup oleh gelembung-gelembung gas H2 yang berasal dari
ion-ion H+ yang bergerak menuju plat tembaga untuk mengambil elektron.
Di dalam praktek, elemen volta ini
jarang digunakan sebab kurang praktis. Elemen Volta ini tidak dapat mengalirkan
arus yang lama sebab dalam reaksi kimia tersebut terjadi gelembung-gelembung
gas hidrogen yang menempel pada tembaga dan menghambat arus listrik yang mengalir.
Pada perkembangannya elemen volta
disempurnakan dengan menambahkan jembatan garam KCl. Namun secara keseluruhan
elemen Volta ini mengandung kelemahan yaitu kurang praktis.
|

|
2.
Elemen Kering/ Elemen Leclanche/ Baterai
Elemen Kering atau baterai atau
elemen Leclanche kering merupakan penyempurnaan elemen Leclanche basah, terdiri
dari sebuah bejana seng yang bagian dalamnya dilapisi dengan kertas karton dan
berisi campuran salmiak, serbuk arang dan batu kawi yang berbentuk pasta.


Batang arang ini mempunyai potensial
yang lebih tinggi dari pada seng. Kutub positif elemen kering ini adalah batang
arang ( C ), sedangkan kutub negatifnya adalah seng (Zn). Potensial kutub
positif ini lebih tinggi daripada potensial kutub negatif.
GGL
yang diperoleh standar tiap baterai atau sel adalah 1,5 volt. Bila dua
baterai kita serikan berarti memperoleh ggl 3 volt. Seperti elemen Volta elemen
kering termasuk elemen kimiawi yaitu mengubah energi kimia menjadi energi
listrik, Elemen Leclanche kering ini trermasuk elemen primer sehingga apabila
potensialnya habis, sudah tidak dapat digunakan lagi. Untuk mengatasi kelemahan
itu diciptakan baterai yang dapat disetrum lagi seperti baterai alkali atau
baterai nikel-besi yang dikembangkan oleh Thomas Alva Edison tahun 1900,
energizer dan lain-lain yang termasuk elemen sekunder.
3.
Sel Bikromat
Banyaknya penemuan sumber tegangan
yang menggunakan berbagai plat katoda dan anoda untuk mengatasi kelemahan sel
Volta dan sel Leclanche kering, misalnya
·
sel oksida mercuri-seng (katoda = seng, anoda = oksida mercuri)
dengan larutan elektrolit potassium hidroksida
yang menghasilkan ggl = 1,34 volt
·
sel nikel-besi atau baterai Edison
(katoda = besi, anoda= oksida nikel, elektrolit potassium hidroksida)
menghasilkan ggl = 1,15 volt
·
sel nikel-cadmium atau baterai
cadmium ( katoda = cadmium, anoda = oksida nikel, elektrolit potassium
hidroksida) dengan ggl = 1,15 volt;
baterai ini menyempurnakan baterai Edison.
·
Dan masih banyak lagi
Namun demikian kekhawatiran terhadap
bahan beracun dari elektrolit yang dipakai mendorong ditemukannya sel bikromat.

|
Sel Bikromat dikembangkan pada tahun
1850, berisi plat elektroda dari seng (katoda) dan karbon (anoda) dalam tabung
kaca yang berisi asam kromit, sel ini lebih aman penggunaannya daripada sel
yang menggunakan asam nitrat atau potassium hidroksida karena beracun.
4.
Akki (accumulator)
Akki (accumulator), akki terdiri
dari sebuah bak kecil yang terbuat dari karet keras atau kaca yang berisi
larutan asam sulfat encer.
Di dalamnya terdapat dua kerangka P
(positif) dan N (negatif) terbuat dari timbal (Pb) yang berlubang-lubang
berbentuk segiempat. Lubang-lubang kerangka P diisi dengan timbal peroksida
(PbO2) yang berupa lapisan berpori. Kerangka P ini berwarna coklat
dan merupakan kutub positif akki. Kerangka N berisi lapisan timbal berpori (Pb), warnanya abu-abu dan
merupakan kutub negatif akki. Ggl yang dihasilkan kedua kutub ini besarnya
sekitar 2 volt.
|
Bila akki mengalirkan arus listrik,
maka lapisan timbal dan timbal peroksida keduanya berubah sedikit demi sedikit
menjadi timbal sulfat (PbSO4), sehingga kemampuan akki untuk
mengalirkan arus listrik menjadi berkurang. Untuk memulihkan kembali kemampuan
akki ini, maka akki harus “diisi” kembali dengan cara menyetrumnya, yaitu dengan
jalan mengalirkan arus searah dari sumber arus, dengan arah yang bertentangan
dengan arah arus yang dialirkan oleh aki tersebut. Karena aliran listrik ini,
timbal sulfat berubah menjadi timbal dan timbal peroksida kembali.
Dalam pemakaian elemen Volta, elemen
kering, maupun akki terjadi perubahan bentuk energi dari energi kimia menjadi
energi listrik. Sedangkan dalam pengisian akki terjadi perubahan bentuk energi
yaitu dari energi listrik menjadi energi kimia.
C.
Hukum Ohm dan Hambatan Listrik
Seorang guru fisika
dari Jerman bernama George Simon Ohm (1789-1854) berhasil mendapatkan hubungan
antara besarnya beda potensial dengan besarnya arus yang mengalir. Ia
menyimpulkan penemuannya ini ke dalam suatu hukum yang dikenal dengan nama
Hukum Ohm. Bunyi Hukum Ohm sebagai berikut.
“Kuat
arus yang mengalir dalam suatu penghantar sebanding dengan beda potensial
antara ujung-ujung penghantar itu, asalkan suhu penghantar itu tetap”
Secara
ringkasnya hukum ini dapat ditulis sebagai berikut;
V
~ I (V sebanding dengan I)

Dalam
persamaan ini, R merupakan suatu faktor perbandingan yang besarnya tetap untuk
suatu penghantar tertentu dan pada suhu tertentu pula. Faktor tetap R ini disebut hambatan listrik.
Definisi
hambatan suatu penghantar adalah hasil bagi beda potensial antara ujung-ujung
penghantar itu dengan kuat arus dalam penghantar itu.
Satuan
hambatan listrik =
= Ohm. Simbolnya dalam huruf yunani W (omega)
Satuan
lainnya kilo ohm (KW)
= 1000 W, mega ohm
(MW) = 106
W
Sebuah
penghantar disebut mempunyai hambatan sebesar satu ohm bila beda potensial
sebesar satu ampere melalui penghantar itu. Penghambat/resistor adalah komponen
yang diproduksi pabrik dan memiliki nilai hambatan tetap dengan toleransi tertentu.
|

Gambar
skema penghambat dalam rangkaian listrik adalah:

Contoh Soal-5
Suatu bohlam lampu diberi tegangan 12 volt, ternyata arus
yang mengalir 0,1 A. hitung hambatan bohlam lampu tersebut!
Konsep
Hambatan Listrik: didalam suatu
penghantar banyak terdapat elektron yang senantiasa bergerak secara acak kesana
kemari dengan kecepatan tinggi, sekitar 105 m/s. ketika kawat
penghantar tidak dihubungkan dengan tegangan listrik, electron-elektron akan
bergerak di sekitar tempatnya berada saja. Tetapi, ketika kawat tersebut diberi
medan listrik, electron-elektron mulai mengalir sambil bergerak acak. Kecepatan
alir ini sangat kecil yaitu sekitar 1 mm/det. Selama mengalir, electron banyak
mendapat halangan dari elektron lain atau atom lain. Halangan ini yang
merupakan hambatan listrik dari kawat, sehingga dari hasil pengamatan hambatan
suatu penghantar besarnya:
1.
sebanding
hambatan jenis (r)
2.
sebanding penjang
kawat penghantar (L)
3.
berbandig
terbalik luas penampang (A)


Contoh Soal-6
Sebuah kawat mempunyai hambatan 10 W. Jika kawat ini dipotong separuhnya, berapa hambatan kawat sekarang!
Contoh Soal-7
Kawat A memiliki panjang 10 m dan kawat B memiliki panjang
5 m. Penampang kawat tersebut masing-masing 1 mm2 dan 3 mm2.
Hitung perbandingan hambatan kedua kawat tersebut!
Contoh Soal-8
Hambatan jenis kawat tembaga 1,72 x 10-2 W mm2/m.
Hitung hambatan listrik kawat tembaga yang panjangnya 3 m dan luas penanpangnya
1 mm2!
Contoh Soal-9
Hambatan jenis
sebatang kawat 0,1 W mm2/m. Hitung hambatan listrik kawat tersebut
jika panjangnya 1 meter dan luas penampangnya 5 mm2!
Contoh Soal-10
Seutas kawat tembaga (r = 1,72 x 10-2 W mm2/m)
mempunyai luas penampang 0,5 mm2 dan panjangnya 8 meter dialiri arus
listrik, berapa hambatan kawat tersebut!
D.
Rangkaian Hambatan Listrik
Terdapat dua
rangkaian hambatan listrik, yaitu: rangkaian hambatan seri dan rangkaian
hambatan paralel.
Rangkaian Seri,
dengan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Ø Arus yang mengalir pada tiap-tiap rangkaian hambatan
tersebut adalah tetap
Ø Tegangan yang dimiliki pada tiap-tiap rangkaian hambatan
berbeda, jika hambatannya tidak sama.
![]() |
I
= I1 = I2 = I3
DV = V1
+ V2 + V3
R = R1 + R2 + R3
|
Contoh Soal-11
Sebuah baterai 9 volt dihubungkan dengan sebuah bohlam
dengan hambatan 12 W. Hitung berapa pada bohlam itu! Jika 3 bohlam disusun seri
(berurutan), hitung arus yang mengalir pada masing-masing bohlam!
Contoh soal-12
Sebuah baterai 12 volt dihubungkan secara seri dengan
bohlam dengan hambatan masing-masing 2 W dan 4 W. Hitung berapa arus yang mengalir pada masing-masing hambatan itu!
Contoh Soal-13
Sebuah baterai 24 volt dihubungkan dengan 2 lampu secara
seri, masing-masing mempunyai hambatan 1 W dan 5 W. Hitung berapa arus yang mengalir pada masing-masing hambatan itu!
Contoh Soal-14
Tiga buah hambatan masing-masing 2 W, 3 W, dan 4 W dihubungkan secara seri dengan baterai 18 volt pada suatu
rangkaian tertutup. Hitung besarnya arus yang mengalir pada tiap hambatan.
Hitung juga hambatan pengganti yang menghasilkan arus sama besar pada rangkaian
ini!
Rangkaian Paralel,
dengan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Ø Arus yang mengalir pada tiap-tiap rangkaian hambatan
tersebut berbeda jika hambatannya tidak sama.
Ø Tegangan yang dimiliki pada tiap-tiap rangkaian hambatan
adalah sama

I
= I1 + I2 + I3
DV = V1 = V2 = V3
Contoh Soal-15
Sebuah baterai 18 volt dihubungkan dengan tiga buah bohlam
yang disusun secara paralel. Masing-masing hambatan bohlam 6 W. Hitung arus yang mengalir pada masing-masing bohlam! Berapa arus yang
keluar dari baterai!
Contoh Soal-16
Sebuah baterai 12 volt dihubungkan dengan bohlam yang
hambatan listriknya masing-masing 2 W dan 4 W. Bohlam dihubungkan secara paralel. Hitung berapa atus yang mengalir
pada masinh-masing hambatan itu! Berapa arus listrik yang keluar dari baterai!
Contoh Soal-17
Tiga buah hambatan yang masing-masing 2 W, 3 W, dan 4 W dihubungkan secara parallel dengan baterai 18 volt pada
suatu rangkian tertutup. Hitung besarnya arus yang mengalir pada tiap hambatan!
Berapa hambatan pengganti yang menghasilkan arus yang sama besar pada rangkaian
ini!
Bagaimana jika rangakain gabungan antara rangkaian seri dan
paralel???

![]() |
|||||
![]() |
|||||
![]() |
|||||
E.
Energi dan Daya Listrik
Energi listrik
adalah energi yang ditimbulkan oleh arus listrik pada suatu penghantar yang
dapat diubah menjadi energi bentuk lain. Energi listrik dapat ditentukan dengan
persamaan:
|
||||
![]() |
||||
Kalau
anda perhatikan pada lampu bohlam misalkan tertera tulisan 20W / 220V, apa
artinya? (ketika lampu dipasang pada tegangan 220 volt lampu itu akan
menghabiskan energi listrik sebesar 20 joule tiap detiknya, dengan 1 watt = 1
joule / detik) dimana sebagian energi listrik diubah menjadi cahaya dan
sebagian yang lain diubah menjadi panas.
Konversi energi listrik menjadi kalor
Energi berguna justru ketika
terjadi konversi energi, yaitu berubahnya
suatu bentuk energi menjadi energi bentuk lainnya. Contoh konversi energi listrik
menjadi energi kalor adalah sebagai berikut:
Sebuah kompor listrik
digunakan untuk memanaskan air. Energi listrik yang diberikan oleh elemen
pemanas pada kompor tersebut adalah
dengan
satuan Joule
|
Energi listrik ini diubah oleh elemen pemanas menjadi
energi kalor Q untuk menaikkan suhu air sebesar ∆ t. persamaan energi kalor adalah :
Keterangan :
Jika seluruh energi listrik diubah menjadi energi
kalor, maka berlaku persamaan :
Contoh soal :
Elemen
pemanas sebuah kompor listrik 110 V mempunyai hambatan 20 Ω. Kompor ini
digunakan untuk memanaskan 1 kg air bersuhu 20 oC selama 7 menit.
Jika kalor jenis air 4200 J/kgoC, tentukan suhu akhir air!
Penyelesaian :
Diketahui : V = 110 V ; T1 = 20 oC
R = 20 Ω ; t =
7 menit = 420 sekon
m = 1 kg
; c = 4200 J/kgoC
Ditanya : T2 ?
Jawab : I
= V / R = 110 V / 20 Ω = 5,5 A
V x I x t
= m x c x
∆T
110 V x 5,5 A x 420 s = 1 kg x 4200 J/kgoC
x ∆T
254.100 =
4200 x ∆T
∆T = 254.100 / 4200 = 60,5 oC
Suhu akhir air :
T2 = ∆T + T1
=
60,5 oC + 20 oC
= 80,5 oC
|
Energi
listrik tiap satuan waktu disebut daya listrik. Daya listrik
dapat ditentukan dengan persamaan:


Perhitungan dalam Pemakaian Energi Listrik
A.
![]() |
Energi listrik selain dinyatakan dalam satuan joule
atau watt
detik juga dinyatakan dalam satuan watt hour atau watt jam (wh) dan kilo
watt hour (kwh). Alat yang dipergunakan untuk menghitung energi
listrik dinamakan meteran listrik atau kwh meter.
![]() |
|
Contoh soal
- Dalam sebuah rumah , konsumen listrik menggunakan
alat-alat listrik sebagai berikut:
- 4 buah lampu @ 15 watt menyala rata-rata 8 jam perhari
- Sebuah TV dengan daya
100 watt dinyalakan selama 5 jam perhari
- Sebuah lemari es dengan
daya 150 watt dinyalakan selama 20 jam perhari
- Setrika listrik dengan
daya 300 watt dinyalakan selama 2 jam perhari
Berapakah biaya rekening
listrik yang harus dibayar selama 1 bulan (30 hari) jika harga 1 kWh = Rp
850,00 dan biaya pelanggan Rp 20.000,00?
Penyelesaian:
Rumus : W = P. t
a.
Lampu =
4 x 15 W x 8 jam = 480 Wh
b.
TV =
100 W x 5 jam = 500 Wh
c. Lemari es =
150 W x 20 jam = 3.000 Wh
d. Setrika listrik = 300 W x 2 jam =
600 Wh
Jumlah energi yang
digunakan setiap hari = 4.580 Wh = 4,58
kWh
Jumlah energi yang
digunakan setiap bulah= 4,58 kWh x 30 hari = 137,4 kWh
Biaya rekening tiap bulan = (137,4 kWh x Rp 850,00) + Rp20.000,00
= Rp 116.790,00 + Rp 12.500,00
= Rp 136.790,00
Contoh Soal-18
Sebuah bohlam lampu diberi tegangan 20 volt. Kuat arus
listrik yang mengalir pada bohlam tersebut 2 ampere. Hitung energi listrik yang
dipakai tiap detiknya! Berapa energi yang habis selama 1 menit!
Contoh Soal-19
Sebuah setrika listrik menhabiskan energi tiap drtiknys 400
joule. Jika dipasang pada tegangan 200 volt. Hitung berapa arus yang mengalir
pada setrika itu! Hitung juga hambatan listrik setrika itu!
Contoh Soal-20
Sebuah bohlam lampu bertuliskan 60 W / 150 V, hitung
hambatan bohlam tersebut!
Contoh Soal-21
Disebuah rumah terdapat 5 buah lampu 40 watt yang menyala 8
jam perhari. Ada 1 buah televisi 100 watt yang menyala 6 jam setiap hari dan 1
buah kulkas yang menyala 24 jam setiap hari. Berapa biaya yang dikeluarkan oleh
pemilik rumah itu tiap hari kalau biaya listrik per kwh itu 500 rupiah!
Contoh Soal-22
Sebuah keluarga menggunakan 4 buah lampu 15 watt yang
menyala selama 8 jam sehari, 2 buah lampu 10 watt menyala 2 jam sehari, dan 1
buah televisi 100 watt menyala 5 jam tiap hari. Apabila biaya penggunaan
listrik per kwh 300 rupiah hitung biaya pemakaian energi listrik keluarga
tersebut selama 1 bulan!
Listrik Dinamis
Reviewed by SUN'AN FATHONI
on
7:56 PM
Rating:









No comments: